RANCANGAN RANGKAIAN PENGATUR PENGISIAN BATERAI PADA PEMBANGKIT LISTRIK DC GABUNGAN PANEL SURYA DAN ALTERNATOR

Main Article Content

Fathoni Fathoni Agus Pracoyo Totok Winarno

Abstract

Penggabungan pembangkit listrik panel surya dan alternator mobil mempunyai keuntungan, yaitu sama-sama pembangkit listrik DC 12 volt sehingga dapat langsung digunakan untuk pengisian baterai. Pemanfaatan alternator sebagai pembangkit listrik DC dari sumber daya tidak tetap seperti tenaga angin akan dipengaruhi oleh keadaan alam, seperti kecepatan, arah dan keberadaannya serta sifat dari alternator itu sendiri yang merupakan generator magnet tak permanen. Jika tidak ada angin atau kecepatan kurang dari batas minimalnya, arus medan alternator harus diputus agar tidak ada kerugian daya atau terjadi pengisian negatip.
Diperlukan pengaturan arus medan agar dapat menghasilkan arus pengisian baterai. Penggabungan panel surya dan alternator sebagai pembangkit listrik DC atau sering disebut pembangkit listrik hybrid menjadikan sumber arus pengisian baterai lebih besar tetapi memerlukan pengaturan yang lebih komplek. Pengaturan arus pengisian baterai dari panel surya menggunakan konverter buck-boost sedangkan pada alternator menggunakan pengaturan arus medan yang berdasar pada kecepatan putarnya.Untuk pengisian secara cepat, pembatasan pengisian arus maksimal ditetapkan 5A dan tegangan maksimal 14 volt. Pemutusan pengisian dengan cara memutus arus rotor serta membuat konverter off. Pembacaan tegangan baterai dilakukan periodik.Data pengukuran pada
penyinaran cuaca cerah bulan Juli 2018 dari pukul 8.00 hingga pukul 15.00 dan digabung dengan alternator dengan putaran 1.000, 1.500 dan
2.000 rpm menghasilkan arus pengisian maksimal hampir 4A.


 


The merger of solar panel power plants and car alternators has the advantage of being both a 12 volt DC power plant which can be directly used for battery charging. The use of alternators as DC power plants from non-fixed resources such as wind power will be influenced by natural conditions, such as speed, direction and existence and the nature of the alternator itself which is a non-permanent magnet generator. If there is no wind or speed is less than the minimum, the alternator field current must be disconnected so that there is no power loss or negative charging occurs. Field current settings are needed to produce a battery charging current. The incorporation of solar panels and alternators as DC power plants or often called hybrid power plants makes the battery charging current larger but requires a more complex arrangement. Setting the battery charging current of the solar panel uses an adjustable buck-boost converter on the alternator using an alternator field current setting based on its rotational speed. For fast charging, the limitation of charging is a maximum current of 5A and a maximum voltage of 14 volts. Termination of charging by disconnecting the rotor current and making the converter off. The battery voltage reading is periodic. Measurement data on the irradiation of sunny weather in July 2018 from 8:00 to 15:00 and combined with alternators with rotations 1,000, 1,500 and 2,000 rpm produce a maximum charging current of almost 4A.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
FATHONI, Fathoni; PRACOYO, Agus; WINARNO, Totok. RANCANGAN RANGKAIAN PENGATUR PENGISIAN BATERAI PADA PEMBANGKIT LISTRIK DC GABUNGAN PANEL SURYA DAN ALTERNATOR. JURNAL ELTEK, [S.l.], v. 17, n. 1, p. 83-94, june 2019. ISSN 2355-0740. Available at: <http://eltek.polinema.ac.id/index.php/eltek/article/view/134>. Date accessed: 13 nov. 2019.
Section
Articles